Oleh : Rudi Skay | Kamis 14 Juli 2022.

RUDISKAY.data.blog – Melihat begitu banyaknya masalah yang sering kita temui disekitar, membuat saya tertarik untuk mengurai tulisan.
Mungkin dengan cara ini saya bisa berbagi informasi menurut parameter perspektif saya tentang masalah.
Untuk menasehati orang lain tentulah tidak pantas untuk saya karena saya tidak berminat menasehati siapapun, namun disini saya akan mencoba menuangkan pandangan.
Semua makhluk yang hidup di dunia ini pasti melalui masalah, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan.
Secara definisi masalah adalah sebuah kondisi yang tidak stabil atau tidak normal dan butuh tindak lanjut.
Contoh :
Seekor burung tidak dapat terbang karena sayapnya patah, dan burung itu ber”masalah” karena sayapnya tidak bisa digunakan untuk terbang.
Lebih mendalam lagi bila kita kaji pada kehidupan manusia sehari-hari masalah itu adalah sesuatu yang belum diketahui sebabnya ataupun belum menemui solusinya. Bisa juga telah terjadi sebuah kesalahan atau terdapat sesuatu yang tidak sewajarnya.
“Apabila sesuatu itu telah diketahui sebab-sebabnya dan telah mengetahui cara penyelesaiannya, maka itu bukanlah masalah walau ada 1000 masalah.”
Rudi Skay
Tidak mengherankan bila seseorang akan gelisah, risau, galau, stress dan sebagainya bila sedang bermasalah.
Kenapa ?
Karena, Pikiran menuntut cara penyelesaian, ataupun ada sesuatu yang belum diketahui sebagai jalan keluar.
Contoh :
Si Fulan gelisah karena lapar dan tidak punya uang untuk membeli makanan. (Dan itu adalah masalah baginya saat itu)
Si Fulan gelisah dan menjadi “masalah” baginya karena dia tidak punya uang dan “belum tau” jalan keluarnya.
Apabila si Fulan tau cara penyelesaiannya, atau sudah punya rencana agar ia bisa makan, maka hal itu tidak akan membuat ia gelisah dan “bukanlah masalah” lagi baginya.
Nah, sekarang kita anggap saja si Fulan tadi telah menemukan solusi masalahnya dengan cara di bawah ini.
“Aha… Oh iya ya, saya kan punya suara yang bagus, kenapa saya tidak mencoba menghibur dan bernyanyi di tongkrongan cafe-cafe itu, setalah dapat uang baru deh saya bisa makan.”
Atau.
“Hmm.. saya kan punya tenaga kuat untuk bantu mengangkat karung di gudang atau pasar itu. Atau saya kan bisa ini, bisa itu. Bla.. bla.. bla.. dan lain sebagainya.
Dari kedua contoh di atas masalah itu selesai karena telah menemui jalan keluar. Dan solusi akan dipengaruhi oleh dua hal dalam pelaksanaannya, yaitu “mau dan bisa”. Apa-apa yang kita mau dan bisa kita lakukan itu adalah opsi dari penyelesaian masalah yang dihadapi.
Kita mau tapi tidak bisa ? Itu belum menyelesaikan masalah. Atau bisa tapi tidak mau ? Itu juga tidak akan menyelesaikan masalah.
“Tidak ada masalah terbesar dalam hidup ini selain kita tidak menemukan jalan keluarnya.”
Rudi Skay
Tingkat kesadaran manusia selalu mengalami peningkatan sesuai pengetahuan dan pengalaman yang pernah ia rasakan.
“Logika kehidupan bahwa manusia tidak selamanya bisa benar. Pasti ada salah dan bisa salah walau ia selalu mencoba benar.”
Rudi Wijaya
Masalah itu bisa kita pisah menjadi 2 jenis.
1. Masalah Internal.
2. Masalah Eksternal.
Masalah Internal adalah masalah yang muncul akibat kesalahan atau human error dari diri sendiri.
Masalah Eksternal adalah masalah yang muncul dari sebab-sebab pengaruh orang lain atau lingkungan.
Semakin sering seseorang melewati dan menyelesaikan masalah terbesar yang ia hadapi, maka semakin bertambah pula pengalaman seseorang itu dalam menemukan cara penyelesaian.
Temukan jalan keluar dari setiap masalah itu lewat potensi, keahlian, pengetahuan, koneksi, peluang dan lainnya yang ada pada diri masing-masing.
Semoga beruntung.