
Oleh : Rudi Skay
*Bismillahirrahmanirrahim*
SAUDARAKU, untuk membantumu yang kesulitan dalam hal keuangan, mungkin cuma ini cara yang bisa kulakukan sekedar pembuka jalan, semoga Tuhan meridhoi kebaikan yang kita lakukan.
Ilmu ini bukan untuk kaya, tapi setidaknya terbukti mampu hidup tanpa hutang, dan selalu tercukupi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Karena Tuhan tidak menjamin keinginan tapi menjamin kebutuhan umatnya.
*****
SEAKAN Tuhan berkata degan tegasnya.”
“Aku telah menjamin rejekimu !” Kenapa masih saja kau ragu sehingga bersikeras mengejarnya secara sombong, pusing terhadapnya, sampai mendapatkannya dengan cara yang salah !
Tidakkah engkau belajar dari lumut ? Ia tidak berdaya apa-apa tetapi tetap tumbuh subur hijau diatas batu dan karang terjal sekalipun.
“Tidakkah engkau belajar kepada cacing yang cuma bisa merayap, tidak sepertimu yang gagah berjalan diatas bumi. Tapi sedikitpun cacing tidak khawatir lapar, bahkan selalu kenyang kapanpun dia mau makan. Kenapa kau masih bermasalah soal rejeki ?
“Ada apa dengan dirimu manusia? Apakah Engkau tidak mengenali dirimu sendiri.! “Aku telah membekalimu dengan sempurna. Maka bacalah ! kenali dirimu !
Ingatlah ! Masalah Rejeki adalah otoritasku, dan tugasmu hanyalah berusaha dengan kemampuan terbaikmu. Soal Rejeki jangan kau pikirkan bila kau telah menjalani tugas/kewajibanmu, Aku akan mempermudahnya untukmu, sebagaimana engkau mempermudah dirimu dengan berbuat kebajikan.
*****
Bila telah mengenal diri(Tau diri), maka akan mudah mengenal Tuhanmu. Bila belum menemukan Tuhan, tidak perlu kau cari di ketinggian gunung, di tengah belantara, atau di kedalaman samudera, tapi temukanlah dari dalam dirimu sendiri.
BERSAMA TUHAN
Mulailah sesuatu *dengan menyebut nama Tuhanmu*. Setelah engkau mampu mengenali siapa dirimu maka kau dapat menemui siapa Tuhanmu, dan tidak lagi hanya *dengan sebuah nama*, tetapi langsung bersama sang maha pemilik nama.
Bila kemarin 1+1=2 Maka sekarang 1+1 2. Tanpa pakai lagi “sama dengan.”
Bila semua kekayaan di dunia ini milik Tuhan, kenapa tidak langsung saja kita bekerja untuk DIA, kenapa harus berharap selain DIA dan masih menggantungkan harapan pada manusia.
Kenapa kita kerja ? bila jawabannya karena perlu makan, karena tidak punya uang, untuk membiayai ini dan itu dan semua didorong karena rasa takut, takut lapar, takut tidak ada uang, takut cicilan tidak terbayar dan sebagainya maka yang akan kita kumpulkan hanyalah ketakutan-ketakutan yang lainnya di waktu mendatang.
Mulailah pekerjaan dengan basmalah, artinya kita bekerja bukan untuk apa dan siapa tetapi karena bekerja pada Tuhan(ibadah), memberikan kemampuan terbaik yang kita miliki untuk kemanfaatan semesta(rahmatan lil alamin) karena Tuhan, bekerja mencari ridho Tuhan. Selanjutnya serahkan pada Tuhan.
Totalitas tawaqal , penyerahan diri total.
Contoh tawaqal : Ketika Anda tidak mau mencuri, bukan karena takut pidana hukum ataupun takut ketauan orang lain, tetapi tidak Anda lakukan pencurian itu walau beribu kali ada kesempatan, hanya karena malu pada Tuhan, malu pada barisan malaikat, malu dikutuk alam semesta.
JANGAN HENTI BELAJAR
Ilmu pengetahuan menentukan tindakan, sesuatu jadi mudah karena tau caranya, dan akan jadi sulit karena tidak tau. Tuhan menghargai Akal, maka berdayakanlah Akal, dan Tuhan sungguh akan menunjukkan jalan bagi mereka yang mencari jalan kebenaran, bagi mereka yang mau berfikir.
TENTUKAN PERAN
Pilih passion atau ilmu yang nyaman bagi dirimu, lalu pasang konsistensi(integritas) prinsip/pendirian, istiqomah/terus menerus menekuni sampai puncak ilmu.
Tidak ada sesuatu yang akan jadi/mahir/berkembang tanpa proses latihan, dibalik rahasia penciptaan alam semesta dengan proses 6 hari, karena Sang Maha Pencipta suka prosesnya meski Tuhan mampu mencipta sekejap langsung jadi.
Bila kau tercipta dengan potensi rumput, jadilah rumput sejati yang dibutuhkan alam, jangan berusaha menjadi jagung yang akan membuat hidupmu menjadi jagung rasa rumput.
PERILAKU/ADAB mempengaruhi jalur aliran rejeki seseorang.
Ketika perilaku Seseorang buruk dan jahat, bisa dipastikan ia akan tidak disukai orang, tidak dipercayai orang karena berpeluang merugikan, ia akan menemui hambatan-hambatan rejeki dan akhirnya memperoleh rejeki dari jalan yang dzolim.
Ketika perilaku seseorang baik, ramah, sopan, mudah senyum, maka jalan rejeki akan mudah terbuka, karena orang lain akan menerimanya juga dengan baik, kemungkinan mendapat simpatik dari orang lain seperti pertolongan, tawaran bantuan, diberi makanan minuman dan sebagainya.
REJEKI DENGAN 8 JALAN
- Jaminan Tuhan(Qs Hud ayat 6)
- Bersyukur(Qs Ibrahim ayat 7)
- Bekerja/berusaha(Qs An-Naim ayat 39 – 41 )
- Tanggungan/menghidupi makhluk lain.(Qs Al-Isra ayat 31).
- Sedekah (Qs Albaqarah ayat 245)
- Menikah( Qs An-Nur ayat 32)
- Istiqfar/selalu minta ampun pada Tuhan( Qs Nuh ayat 10 – 11).
- Tawakal/berserah diri hanya pada Tuhan(Qs Ath-Thalaq ayat 3).
*****
Dalam bekerja, Rosul telah memberi tauladan sejak kecil beliau sudah bekerja sebagai gembala ternak.
Disini bisa diAnalogikan sebagai Reseler dalam bisnis bila menyesuaikan zaman sekarang, bila belum mampu untuk mempunyai perusahaan sendiri maka sementara bisa bekerja sama mengelola usaha orang lain sebagai marketing, sales, atau karyawan dll. Rosul juga berniaga/bisnis.
MESIN UANG DENGAN 2 SAYAP
Sayap kiri adalah profesi/bekerja, mesin ini hanya mampu produksi dalam estimasi umur 60 sudah sulit mendapat penghasilan karena tenaga sudah tidak kuat lagi.
Sayap kanan adalah investasi, saham, niaga. Mesin ini akan bekerja sendiri(outomatis) ia bisa produktif di saat sayap kiri tidak produktif. Contoh : Punya uang 100 ribu disimpan saja tetap akan 100 ribu, tapi bila dibelanjakan barang tertentu lalu dijual lagi 120, maka uang itu bertambah/berkembang 20. Dan terus bermain di skala yang lebih besar seiring berkembangnya keuntungan.
Atau membeli sebidang tanah 100 juta, 10 tahun kedepan tanah itu naik harganya 150 juta. Dan sebagainya.
MUTU/KUALITAS
Alam semesta punya system Sunatullah. Hukum alam yang Adil, pasti dengan ketetapannya. Tidak akan tumbuh jagung bila yang ditanam adalah padi, dan seleksi alam itu nyata.
Siapa yang terbaik akan punya energi serap menarik perhatian dan minat sekitarnya. Jangan takut dagangan tidak laku jika kualitas sudah terpenuhi. Urusan rejeki bukan otoritas manusia bisa menetapkan kepastian hasil di waktu ke depan.
Contoh : Di antara 10 pedagang buah di pasar yang berjejer, yang akan menarik pembeli adalah kualitas/mutu, baik harga, tempat, kenyamanan/keamanan, pelayanan dan lain-lain.
ADIL
Berlaku adil terhadap diri sendiri, orang lain dan semua makhluk.
Karena Adil akan menjaga keseimbangan pikiran, tenaga diri sendiri dan lingkungan.
Adil mampu menyerap kepercayaan orang lain. Dan kepercayaan adalah nilai yang lebih tinggi dari uang itu sendiri.
Bagaimana mungkin orang lain akan membantu Anda bila ia sudah tidak percaya lagi pada Anda.
“Bila tidak kau temukan orang baik/jujur di sekelilingmu, maka jadilah kau salah satu orang baik itu.”
“Bila tidak kau dapatkan pekerjaan yang layak untukmu, maka saat itulah engkau buat lapangan kerjamu sendiri.”
“Bahagia bukanlah ketika engkau memiliki segalanya, tetapi ketika engkau menerima semua keterbatasan yang ada dan dapat menikmatinya.”(Rudi Skay)
Bersambung….